Energi Surya sebagai energi terbarukan di Unnes

Energi Surya sebagai energi terbarukan di Unnes

Energi Surya sebagai energi terbarukan di Unnes

Kampus Universitas Negeri Semarang Sekaran Gunungpati terletak di  wilayah yang  memiliki kontur di pegunungan dan area kampus kaya akan potensi angin, potensi cahaya matahari juga potensi tanaman/pohon. Sebagaimana diketahui potensi-potensi tersebut apabila dikelola dan dikembangkan akan menjadi sumber energi terbarukan yang mampu memberikan manfaat besar bagi sendi-sendi dinamika baik masyarakat kampus maupun masyarakat di sekitarnya.

Sekarang ini sumber energi yang dipakai oleh Unnes semuanya bertumpu pada dua sumber yaitu PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan dari Listrik Tenaga Disel (berbahan solar) yang dipakai jika listrik dari PLN terjadi gangguan atau tidak mencukupi dayanya. Kedua sumber energi listrik tersebut membutuhkan biaya yang cukup tinggi, Pemanfaatan potensi-potensi di sekitar kampus untuk diberdayakan sebagai sumber energi terbarukan selaras dengan pilar  Universitas  Negeri Semarang sebagai kampus Konservasi, di sisi lain akan berdampak terhadap efisiensi penggunaan energi listrik di kampus Unnes. Efisiensi energi listrik pada kenyataannya  membantu pelestarian cadangan bahan bakar fosil, mengurangi jumlah gas rumah kaca dan dampak perubahan iklim, serta mengurangi subsidi pemerintah untuk bahan bakar fosil.

Dalam perspektif inilah, Unnes sebagai Universitas Konservasi merasa perlu melakukan upaya-upaya pemanfaatan potensi energi terbarukan yaitu energy yang bersumber dari matahari. Berdasarkan workshop energy terbarukan 2012 yang merekomendasikan bahwa kampus Unnes dan sekitarnya sangat cocok untuk membangun.memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik.  Oleh karena itu, salah satu upaya merealisasikan adanya energi terbarukan sumber matahari melalui brain storming  dalam bentuk FG Energi Surya yang diselenggarakan oleh Divisi Clean Energy Badan Pengembangan Konservasi.

Tujuan dari kegiatan FGD ini  adalah (1)  diperolehnya informasi teknik modul surya yang bisa diterapkan di kampus Unnes. (2) diperolehnya informasi rancangan prototipe  rumah energi surya. (3) menjadikan kampus Universitas Negeri Semarang sebagai kampus konservasi energi.

Adapun sebagar nara sumber adalah : Prof. Toto Winata (pakar sel surya Departemen Fisika ITB) menyampaikan materi bertema “Penelitian dan Pengembangan Material untuk Aplikasi Divais Sel Surya” dan  Dr. Subiyanto, M.T (ahli pembangkit tenaga listrik Teknik Elektro UNNES) memberikan materi dengan tema : “ Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Aplikasinya”.

Secara umum peserta FGD menyatakan bahwa berdasarkan paparan pemakalah dari aspek teknis dan aspek non teknis maka  kehadiran pembangkit energi surya (rumah energi surya) perlu segera direalisasikan. Ada beberapa catatan yang menunjang kehadiran energi surya di UNNES , yaitu: (1)  Fakultas Teknik Unnes memiliki SDM yang cukup untuk penunjang Pembangkit Energi Surya (Dosen dan Laboratorium Teknik Elektro); (2)  Berharap kehadiran rumah energi surya dapat memberikan manfaat kepada bentuk fisik konservasi bidang energi terbarukan di Unnes.

(3)  Rumah energi surya keberadaannya dipergunakan sebagai sarana penelitian dosen, mahasiswa S1 dan S2, dan oleh masyarakat; (4) Perawatan rumah energi surya  harus diperhatikan sehingga personel-personel yang diberi tugas merawat perlu diberikan training; (5) Penting adanya komitmen pejabat berwenang untuk merealisasikan rumah energi surya di Unnes; (6)  Pendanaan maintenance rumah energi surya dapat di cover melalui  dana-dana penelitian dosen; (7)  Perlu pihak penyandang dana (ULP) mendukung anggaran untuk merealisasikan rumah energi surya di Unnes.

 

Relevant links mbas across america the research paper online secret to mba acceptance webinar m

No comments.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + seventeen =