Kolaborasikan Filosofi Kehidupan Serangga dengan Seni, Mahasiswi Seni Rupa Ciptakan Batik Bernilai Jual Tinggi

Kolaborasikan Filosofi Kehidupan Serangga dengan Seni, Mahasiswi Seni Rupa Ciptakan Batik Bernilai Jual Tinggi

Kolaborasikan Filosofi Kehidupan Serangga dengan Seni, Mahasiswi Seni Rupa Ciptakan Batik Bernilai Jual Tinggi

Mahasiswi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Firdaus Suci Wahyuningsih, berhasil menggelar pameran karya seni tunggal dalam rangka penyelesaian Tugas Akhir.

Pameran tersebut menghadirkan sebanyak 14 lukisan batik yang diadakan selama tiga hari Senin sampai Rabu (13-15/1) bertempat di Gedung B9 lantai 1, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES.

Terdapat keunikan tema yang diambil dalam penciptaan karya ini yakni dengan menuangkan filosofi kehidupan serangga pada batik yang ia ciptakan. Diantaranya bertema Raja Madu, Tolong Menolong, Jejak Tandus, Tali Jiwa, dan Metamorfosis.
Dalam pamerannya, Suci mengambil konsep kehidupan serangga yang sering dipandang sebelah mata, namun memiliki nilai-nilai kehidupan yang bisa dicontoh oleh manusia.

Suci mencontohkan dalam suatu lukisan bertajuk “Bahu Membahu”, Suci melukis kehidupan semut yang selalu bergotong-royong dalam kehidupan sehari-hari dipadukan dengan motif parang yang menyimbolkan jalinan kasih antar sesama.
Suci menjelaskan, proses pembuatan karya batik tulis asli ini membutuhkan waktu lima hari untuk menyelesaikannya karena harus teliti dan kreatif sehingga bisa bernilai jual tinggi, mulai dari 700 ribu sampai jutaan rupiah.

Suci berharap ke depan generasi millenial lebih peduli untuk melestarikan karya seni batik yang telah diakui UNESCO, tidak hanya sebagai sandangan tetapi juga hiasan seni yang indah yang memiliki fungsi terapan.

Kepala Jurusan Seni Rupa Dr. Syakir M.Sn mengapresiasi gelaran karya seni batik tulis tersebut. Beliau mengatakan, “Batik merupakan warisan leluhur yang dibalik setiap motif dan desainnya memiliki filosofi yang luar biasa, sehingga mahasiwa seni rupa dihimbau agar lebih bersikap apresiatif dalam membudayakan batik”. (Sumber: unnes.ac.id)

No comments.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =