UI GreenMetric Kembali Menyelenggarakan “The 2nd National Student Leaders on Sustainbillity Meetings 2022” di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.

UI GreenMetric bekolaborasi dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal 8-11 November 2022 yang berlokasi di Kampus Baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sindangsari, Banten. Kegiatan ini menyusung tema “Collective Actions for Transforming Sustainable Universities in The Post Pandemic Time”, acara ini dihadiri langsung oleh rektor UNTIRTA yaitu Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. beserta jajarannya, Ketua UI GreenMetric World University Rankings yaitu Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sarim M.Sc., M.M., Perwakilan dari Gubernur Banten, , Vice-Chair of the UI GreenMetric world University Rankings yaitu Dr. Junaidi, M.A. Delegasi mahasiswa dari 35 universitas di Indonesia sabang sampai Merauke mengikuti dengan sangat antusias. Adapun rangkaian kegiatan inti dalam dua hari yaitu deklarasi mahasiswa menjaga lingkungan, Forum Diskusi grup (FGD), kuliah umum, materi seputar lingkungan, presentasi essay, city tour, aksi lingkungan, dan malam inagurasi. Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengirimkan dua delegasi yaitu Vivi Anggraeni Laraswati (Biologi, 2020) dan Khoiriyatul Hidayah (Pendidikan Matematika, 2018) untuk mengikuti segala rangkaian dan berpartisipasi aktif dalam The 2nd NSLSM 2022 di UNTIRTA.

Kegiatan di hari pertama yaitu pembukaan acara The 2nd National Student Leaders on Sustainabillity Meetings 2022 disambut dengan tarian selamat datang yaitu tari Walijamaliha yang merupakan khas Banten. Acara dibuka oleh rektor UNTIRTA bapak Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. beliau mengatakan bahwa UNTIRTA sedang betransformasi menjadi green campus, maka dari itu banyak yang sedang di proses dalam pengembangannya dan terakhir ditutup dengan jargon UNTIRTA JAWARA. Selanjutnya sambutan oleh ibu Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sarim M.Sc., M.M., selaku ketua dari UI GreenMetric World University Rangkings bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan kedua dari UI GreenMetric dalam mengumpulkan mahasiswa di Indonesia untuk menjadi future leader yang berkelanjutan. Selanjutnya keynote dari Dr. Junaidi, M.A. selaku , Vice-Chair of the UI GreenMetric world University Rankings yang menyampaikan materi mengenai detail dari UI GreenMetric hingga komponen-komponen menuju green campus. Terdapat peran besar yang harus dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu mengembangkan transformasi kampus sebagai pelopor utama dalam menjaga lingkungan dan bumi.

Opening remarks from Prof Riri Fitri Sari, Chair of the UI GreenMetric World Univesity Rankings

Keynote speaker as the opening event for the 2nd NSLSM 2022 from Dr. Junaidi, M. A, Vice-Chair of the UI GreenMetric world University Rankings

Kegiatan selanjutnya yaitu materi dari pembicara Arifah Handayani dari Community Action Manager Climate Reality Indonesia mengenai Environmental Leadership and Theory of Change penyampaian materi ini sangat menarik dan mengetuk pintu hati betapa pilunya bumi ini yang dilakukan oleh manusia. Terdapat statement bahwa setiap hari nya kita memuntahkan 162 juta ton polusi pemanasan global buatan manusia ke dalam lapisan tipis atmosfer setiap 24 jam yang dimana seakan itu adalah selokan limbah terbuka. “why future leader needs to nurture their environmental leadership?” when I said, “Karena bumi perlu responsif dari kita sebagai manusia, dan sebagai pemuda”. There is not planet B yang dapat disinggahi oleh manusia selain bumi, tapi mengapa manusia begitu kejam terhadap ketahanan bumi itu sendiri. “Do we need to change?” and the answer “YESS!” dengan “Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Repurpose, Recycle, Rot”. Manusia sebagai penyokong alam semesta, maka dari itu, mahasiswa dapat memberikan perannya sebagai Climate Activist yaitu active (Memengaruhi dan menciptakan perubahan melalui profesi dan jaringan), curious (terbuka mempelajari krisis sosial, lingkungan, ekonomi dan peran diri, informed (mencari ilmu dan data untuk mengetahui dan memahami apa yang sedang terjadi, aware (melibatkan emosi menghadapi apa yang telah kita lakukan sebagai manusia), dan engaged (mengembangkan ketrampilan untuk dibawa dalam kegiatan). Setidaknya kalau tidak dapat memberikan solusi jangan menjadi polusi untuk bumi, and the last, bagaimana manusia bisa merasakan surga sedangkan manusia tidak bisa menciptakan surga di bumi.

Setelah materi mengenai Environmental Leadership and Theory of Change yaitu kegiatan Forum Diskusi Grup (FGD) terdapat 6 subtema yaitu penataan dan infrastuktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, penggunaan air, transportasi, Pendidikan dan riset. Vivi Anggraeni sebagai delegasi dari UNNES mendapatkan subtema mengenai transportasi. Transportasi yang terdapat di kampus dari masing-masing kampus anggota kelompok.
Sebelum itu kita harus memahami bahwa dalam mendukung green campus perlunya rencana aksi setiap klasifikasi masalah. Dalam FGD ini membawa topik mengenai transportasi kampus yaitu shuttle. Fokus masalah dari transportasi masing-masing kampus yaitu tracking, capacity, time, drop of shuttle, and rute. Setiap anggota menyampaikan gagasannya masing-masing terkait keadaan transportasi di kampusnya. Apabila diklasfikasikan UNNES menjadi transportasi dengan kategori sangat baik karena dalam segi indikatornya sudah optimal hanya saja perlunya untuk peningkatan dalam layanan shuttle nya. Vivi menyampaikan bahwa “UNNES meluncurkan shuttle untuk civitas akademika sebagai bentuk transportasi berkelanjutan untuk mendukung dan meningkatkan green campus karena dengan adanya shuttle ini dapat mengurangi emisi karbon. Selain itu, mengurangi area parkir di lingkung kampus. Dalam segi halte, rute, jumlah shuttle sudah baik hanya saja disini kami memerlukan layanan yang lebih optimal lagi seperti dibutuhkannya platform untuk mengetahui informasi seperti berapa sisa kapasitas shuttle yang sudah terisi, waktu untuk operasional, rute, drop of shuttle yang dikemas menjadi suatu platform agar para pengguna shuttle mendapatkan informasi yang ingin diperoleh. Semoga gagasan ini dapat diimplemntasikan nyata oleh seluruh kampus yang sedang mengembangkan transportasi di kampusnya.” FGD dari tim 5 menarik kesimpulan bahwa kampus harus bisa menyediakan dan merespon terkait kebutuhan transportasi yang ramah lingkungan untuk seluruh civitas akademika. Salah satu upaya dari permasalahan transportasi yang ada dan polusi udara dengan cara memperbaiki shuttle services dengan cara mendigitalisasi yaitu membuat platform khusus untuk manjemen shuttle service itu sendiri.

Team members from the FGD 5 on the Transportation sub-theme

Kegiatan di hari kedua yaitu diawali dengan senam pagi, city tour di Banten yaitu ke Museum Arkeologi dan aksi lingkungan yaitu penanaman di kampus UNTIRTA dekat embung. Penanaman yang dilakukan yaitu menanam bibit durian.

Environmental action namely planting

Setelah kegiatan penanaman dilanjutkan kegiatan malam puncak yaitu inagurasi dengan rangkaian acara sambutan, penutupan acara, pemenang lomba essai, dan pengumuman juara kelompok FGD terbaik. Pada malam inagurasi ini, tim FGD 5 memenangkan kelompok terbaik 1. FGD ini terdiri dari beberapa kampus seperti Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, UIN Syarif Hidayatullah, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Malikussaleh, dan Politeknik LPP Yogyakarta. Terimakasih banyak tim yang luar biasa keren, kritis, dan jenius semua. Segala bentuk gagasan yang cemerlang dan tentunya sangat inovatif sekali.

Serangkaian kegiatan dari tanggal 8-11 November 2022 sangat insightfull, seru, asik, dan tentunya menjadi tempat pengalaman terbaik. Tidak ada bentuk apapun untuk menggantikan pengalaman. Terimakasih banyak untuk para delegasi dan panitia atas acara The 2nd NSLSM 2022, see you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + fourteen =