Category Archives: Administrasi

Hari Bumi, Konservasi beraksi

hari bumi, Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April kini UPT pengembangan Konservasi kembali memperingatinya. Bersama Mahasiswa yang terdiri dari BEM KM, Bem Fakultas, UKM Mahapala, UKM Menwa, UKM KSR, Rumah Kompos merenungi hari bumi dengan beraksi lewat sebar benih lele di embung Unnes, resik-resik embung, penerbitan rekame, paku, sampah disepanjang unnes – jembatan besi sampangan

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor IV Prof. DR. YL Sukestiyarno, MS, Ph.D. didampingi oleh Ketua UPT Pengembangan Konservasi Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si yang memyampaikan kepada peserta aksi untuk lebih mencintai bumi dengan aksi aksi yang dilaksanakan hari ini.

 

Siapkan ISO 14001, FGD Identifikasi Manajemen Lingkungan

Selasa, 4 April 2017 UPT Pengembangan Konservasi (Bangvasi) bekerja sama dengan PT Mitra Utama Sertifikasi Jakarta mengemas agenda dalam FGD Identifikasi Manajemen Lingkungan Kampus Unnes guna persiapkan ISO 14001 Manajemen Lingkungan.

Sejak 2010 Unnes mendeklarasikan sebagai kampus konservasi, banyak program – program yang mendukung ketercapaian itu, Bangvasi menyiapkan sertifikasi manajemen lingkungan kampus unnes. Hal ini dianggap perlu guna meningkatkan manajemen lingkungan yang ad di Unnes.

Narasumber dalam acara ini Ir. Kuncoroadi Sediyatmono, MM dari PT Mitra Utama Sertifikasi Jakarta, sebuah lembaga yang menaungi sertifikasi tidak hanya ISO 14001 namun ada juga 9001 dan lainnya dibawah naungan BSN (Badan Standarisasi Nasional). Dengan didampingi oleh Akjamal Bambang yang juga dari PT itra Sertifikasi yang menyampaikan terkait ISO 14001.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor IV Prof. YL Sukestiyarno, M.S, Ph.D dengan didampingi oleh ketua UPT Pengembangan Konservasi Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si. Adapun peserta acara ini dari Ka biro, Kasubag, Kabag, Kepala Laboratorium, Gugus konservasi Unit, dan peserta lainnya.

World Water Day, jadilah agent of change

REM FM merupakan salah satu UKM di UNNES yang bergerak di bidang broadcast penyiaran radio kampus mengundang UPT Pengembangan Konservasi untuk menjadi narasumber guna membahas makna peringatan hari air sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret. Radio Komunitas yang mengudara pada gelombang FM 107,7 MHz tersebut memandang perlu untuk mengupas secara mendalam topik hari air sedunia agar dipahami oleh para civitas akademica, khususnya mahasiswa UNNES. Untuk melakukan broadcast dengan topik khusus tersebut, UPT Pengembangan Konservasi menugaskan Koordinator Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Dr. Ir. Ananto Aji, MS.

Serangkaian pertanyaan diajukan oleh broadcaster, mulai dari asal-usul dilakukannya peringatan hari air sedunia, makna tema peringatan tahun 2017 yang bertajuk wastewater, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga, dampak negatif pembuangan air limbah ke badan air, dan peran yang diharapkan dari mahasiswa dalam konservasi sumberdaya air.

Dalam pemaparannya Dr. Ir. Ananto Aji, MS menjelaskan bahwa awal mula peringatan hari air sedunia dilakukan tahun 1992, dimana pada waktu itu (22 Maret 1992) diselenggarakan sidang umum PBB khusus Comission on Environment and Development (WCED) di Rio de Janeiro. Pada waktu itu peserta sidang sepakat bahwa dunia dihadapkan pada ketersediaan air bersih yang semakin sulit. Peringatan hari air sedunia ditujukan sebagai usaha untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk mengelola sumber air bersih secara berkelanjutan. Sejak saat itu, peringatan hari air sedunia (world water day) dilakukan setiap tahun dengan mengambil tema yang berbeda setiap tahunnya.

Pada tahun 2017, tema peringatan hari air sedunia adalah wastewater. Tema ini dipandang tepat di tengah-tengah kekhawatiran dunia terhadap pencemaran air bersih yang terjadi secara besar-besaran di seluruh dunia. Tema wastewater diharapkan menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih peduli terhadap keseriusan kita untuk tidak membuang air limbah langsung ke badan air karena dapat menyebabkan pencemaran dan berpengaruh buruk pada kesehatan.

Pada bagian akhir pemaparannya narasumber mengharapkan peran serta mahasiswa sebagai agent of change dalam menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk mengkonservasi air bersih. Banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa, seperti dalam praktik menghemat penggunaan air, membuat biopori, membuat sumur resapan, memanen air hujan, memberi contoh melakukan penanaman pohon, dan sebagainya.

#latepost#

Personal assertion assist support that one could believe in

Personal assertion assist support that one could believe in

Surely, to publish personalized document is pointed out to become the most challenging substantive aspects from the request develop and that is certainly why nearly all of competitors suppose substantial property private document aid.