Workshop Pengembangan Manajemen & Analisis Data Biodiversitas

ok

Peserta Workshop Pengembangan Manajemen & Analisis Data Biodiversitas

 

Salam Konservasi !

Keanekaragaman flora dan fauna sebagai bagian dari Sumber Daya Hayati (SDH) di Indonesia yang sangat besar perlu dikelola dengan baik agar tidak mengalami kepunahan. Pengelolaan SDH dapat dilakukan melalui kegiatan konservasi baik dari pihak pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian hayati. Kegiatan dalam rangka konservasi SDH perlu direncanakan  dan dilaksanakan dengan baik disesuaikan dengan kondisi real di lapangan. Kelengkapan data dan informasi tentang status SDH yang akan dikelola sangat dibutuhkan. Eksplorasi terhadap flora dan fauna merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data sebanyak-banyaknya tentang SDH. Tim konservasi keanekaragaman hayati pengembang universitas konservasi telah melakukan eksplorasi dan monitoring keanekaragaman hayati di lingkungan Unnes mulai dari tahun 2010-2013. Jumlah jenis dan keanekaragaman hayati di kampus Unnes dari tahun ke tahun semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jenis dan jumlah pepohonan yang ditanam. Manajemen data keanekaragaman hayati di Unnes selama ini telah dilakukan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi data-data yang ada perlu dilakukan analisis dengan menggunakan metode dan software terbaru.

Pada tanggal 12 – 13 Juni 2014 Badan Pengembang Konservasi mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Manajemen dan Analisis Data Biodiversitas bertempat di Gedung H Ruang 404 Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh BLH, Dinas Pertanian, BKSDA, Dinas Perhutanan. Wujud dari kegiatan ini yaitu berupa pengelolaan data keanekaragaman hayati khususnya di Unnes secara terstruktur yang selanjutnya diperlukan untuk kemajuan ilmu pengetahuan,  pelestarian, dan pemanfaatan secara  berkelanjutan. Membuat data base biodiversitas di Unnes dan produk panduan biodiversitas di Unnes.

Dengan adanya pendataan flora fauna diharapkan perkembangan flora fauna dapat dimonitoring sehingga Sumber Daya Hayati dapat seimbang dan tidak punah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *