Monthly Archives: Februari 2014

Berduka ! Inilah Hutan Kalimantan Sesungguhnya …

KebunSawitHutanKalimantan221393431519_preview

Perusakan hutan hujan, lahan gambut dan habitat orangutan terus terjadi di bumi Kalimantan. Pemilik konsesi perkebunan kelapa sawit ikut andil dalam aksi ini. Mereka memasok kebutuhan untuk pembuatan deterjen, shampoo, kosmetik dan barang-barang rumah tangga.

Bahan Ajar Pendidikan Lingkungan Hidup

923150_10200870515392629_2071872508_n

PLH merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendidikan lingkungan hidup mempelajari permasalahan lingkungan khususnya masalah dan pengelolaan pencemaran, kerusakan lingkungan serta sumber daya dan konservasi.

Inilah Info Green School Award 2014

Logo GSA - box hijau

Tahun ini merupakan tahun keempat penganugerahan Green School Award. Secara khusus, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unnes sebagai Universitas Konservasi untuk terus memperjuangkan isu-isu pelestarian lingkungan khususnya melalui dunia pendidikan. Panitia menyediakan total hadiah uang pembinaan 30 juta rupiah dan berbagai bingkisan menarik. Pengisian parameter Green School Award sebagai penentuan finalis dilakukan secara on line pada laman http://gsa.unnes.ac.id/. Sebelum pengisian parameter, peserta dapat mempelajari aturan di sini. Kemudian indikator isian Green School Award 2014 dapat diunduh di sini.

Mendesak, Agenda Konservasi Trangkil

Longsor di Trangkil

Longsor di Trangkil

Awal tahun 2014, berbagai bencana alam terjadi, tak terkecuali di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kamis (23/1) lalu, di sekitar perumahan Trangkil longsor telah merusak puluhan rumah warga. Longsor tersebut diduga terjadi karena hujan deras yang terus mengguyur Kota Semarang.

Faktor penggunaan lahan tidak sesuai peruntukannya diduga menjadi penyebab utama bencana tersebut. Dengan demikian, serangkaian tindakan untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar perlu dilakukan. Untuk itu pada Rabu (29/1) lalu tim Badan Pengembang Konservasi melakukan survey untuk memantau lokasi bencana dan merancang strategi konservasi. Prof. Dr. Dewi Liesnoor selaku ketua badan menyatakan “survey ini bertujuan untuk melakukan pemulihan pascabencana dan pencegahan terhadap kemungkinan yang lebih buruk di kemudian hari.”