Monthly Archives: Maret 2017

World Water Day, jadilah agent of change

REM FM merupakan salah satu UKM di UNNES yang bergerak di bidang broadcast penyiaran radio kampus mengundang UPT Pengembangan Konservasi untuk menjadi narasumber guna membahas makna peringatan hari air sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret. Radio Komunitas yang mengudara pada gelombang FM 107,7 MHz tersebut memandang perlu untuk mengupas secara mendalam topik hari air sedunia agar dipahami oleh para civitas akademica, khususnya mahasiswa UNNES. Untuk melakukan broadcast dengan topik khusus tersebut, UPT Pengembangan Konservasi menugaskan Koordinator Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Dr. Ir. Ananto Aji, MS.

Serangkaian pertanyaan diajukan oleh broadcaster, mulai dari asal-usul dilakukannya peringatan hari air sedunia, makna tema peringatan tahun 2017 yang bertajuk wastewater, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga, dampak negatif pembuangan air limbah ke badan air, dan peran yang diharapkan dari mahasiswa dalam konservasi sumberdaya air.

Dalam pemaparannya Dr. Ir. Ananto Aji, MS menjelaskan bahwa awal mula peringatan hari air sedunia dilakukan tahun 1992, dimana pada waktu itu (22 Maret 1992) diselenggarakan sidang umum PBB khusus Comission on Environment and Development (WCED) di Rio de Janeiro. Pada waktu itu peserta sidang sepakat bahwa dunia dihadapkan pada ketersediaan air bersih yang semakin sulit. Peringatan hari air sedunia ditujukan sebagai usaha untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk mengelola sumber air bersih secara berkelanjutan. Sejak saat itu, peringatan hari air sedunia (world water day) dilakukan setiap tahun dengan mengambil tema yang berbeda setiap tahunnya.

Pada tahun 2017, tema peringatan hari air sedunia adalah wastewater. Tema ini dipandang tepat di tengah-tengah kekhawatiran dunia terhadap pencemaran air bersih yang terjadi secara besar-besaran di seluruh dunia. Tema wastewater diharapkan menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih peduli terhadap keseriusan kita untuk tidak membuang air limbah langsung ke badan air karena dapat menyebabkan pencemaran dan berpengaruh buruk pada kesehatan.

Pada bagian akhir pemaparannya narasumber mengharapkan peran serta mahasiswa sebagai agent of change dalam menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk mengkonservasi air bersih. Banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa, seperti dalam praktik menghemat penggunaan air, membuat biopori, membuat sumur resapan, memanen air hujan, memberi contoh melakukan penanaman pohon, dan sebagainya.

#latepost#

How-to Establish a Study Subject

Global authors appear to obtain a poor offering with regard to net freelance composing. There is not anything such as the x static experience following a different writer’s quite first payout. An actual writer, though may tell you it really is the special opposite.

Personal assertion assist support that one could believe in

Personal assertion assist support that one could believe in

Surely, to publish personalized document is pointed out to become the most challenging substantive aspects from the request develop and that is certainly why nearly all of competitors suppose substantial property private document aid.

Zero Waste, bukan hal tak mungkin.

 

Pada hari Rabu 22 Maret 2017, yang bertepatan dengan hari Air Sedunia, UPT Pengembangan Konservasi Universitas Negeri Semarang mengadakan Workshop Blue Print Pengelolaan Sampah Unnes yang bertempat di Ruang Borobudur Gedung LP2M lantai 3. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Pengembangan Konservasi Prof Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengumpulkan para pengambil kebijakan di bidang pengelolaan sampah meliputi Wakil Dekan II Tiap Fakultas, Kasubag RT di unit kerja lingkungan Unnes serta peserta lain dalam acara ini adalah tim UPT Konservasi, Gugus Konservasi Unit, staf ahli rektor, perwakilan mahasiswa dari UKM Mahapala, Menwa, SAR, Baksos dan pengurus rumah kompos serta dosen pemerhati lingkungan guna memberikan masukan terkait blue print pengelolaan sampah yang akan disusun.

Di awal acara, dipaparkan materi oleh Eko Febrianto S.Pd (BUHK – Bagian Umum – Sub Bagian Rumah Tangga) yang memberikan gambaran pengelolaan sampah di kawasan lingkungan kampus Unnes pada saat ini. Kemudian, pada sesi berikutnya, bertindak sebagai pembicara adalah Dr. Masturi S.Pd., M.Si. (Jurusan Fisika, FMIPA) yang memaparkan penelitiannya yang sudah dilakukan pada tahun ketiga ini terkait inovasi sampah daun untuk menjadi material komposit. Pada skala percobaan ini, material komposit yang berhasil dibuat memiliki range nilai perkerasan setara dengan bata, dolomite, dan bahkan batu.

Dalam workshop ini, para peserta juga terlibat aktif untuk mengisi lembar instrumen penelitian terkait pengelolaan sampah di lingkungan kerja masing-masing dan dalam memberikan masukan. Beberapa masukan datang dari WD 2 FIS, WD 2 FIP, Staff ahli kemahasiswaan, Ka Bangvasi sebelumnya dan mahasiswa. Di akhir acara, ketua kegiatan sekaligus moderator acara Rudatin Windraswara S.T., M.Sc (Jurusan IKM FIK-Tim Konservasi) memberikan rangkuman bahwa target Unnes Bebas Sampah (Zero Waste)  2020 adalah tidak mustahil sepanjang ada kebijakan yang mendukung, infrastruktur, dukungan dana, regulasi yang jelas dan partisipasi dari seluruh civitas akademika Unnes.