Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal

Arsitektur Hijau (Green architecture) dapat diartikan ”sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal”. Konsep arsitektur hijau lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Arsitektur hijau dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang.

04

Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai universitas konservasi memiliki komitmen untuk menjadi contoh pengembangan kampus ramah lingkungan,terutama pada gedung-gedung perkuliahan dan perkantoran sebagai manifestasi fisik pencitraan kampus hijau.

Demikian juga dengan transportasi internal, mereduksi pergerakan kendaraan mesin berbahan bakar fosil di kawasan kampus adalah salah satu upaya dalam implementasi kebijakan transportasi internal. Segenap civitas academica didorong untuk berjalan kaki dalam pergerakan internal kampus guna menumbuhkan budaya sehat dan humanis. Potensi kawasan yang baik dan terintegrasi menjadi salah satu syarat untuk menunjang pergerakan dengan berjalan kaki yang aman dan nyaman. Beberapa sarana prasarana pejalan kaki yang telah ada perlu diperbaiki dan dikembangkan guna meningkatkan kinerja layanan bagi kenyamanan pejalan kaki. Maka dari itu, perlu dilaksanakan kegiatan survey pengembangan pedestrian kampus yang layak dan terintegrasi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perancangan pedestrian kampus yang layak dan terintegrasi sebagai daya dukung kinerja transportasi internal Kampus Unnes.